Rabu, 07 November 2018

MENGENAL GEOPOLITIK

Dalam mengamati perkembangan politik internasional sering kali kita jumpai kata “Geopolitik”. Dengan tidak bersusah payah lantas kita menjurus terminologi geopolitik dengan posisi geografi negara-negara dan harga tawar masing-masing dalam percaturan politik internasional.
Di negara-negara anglosaxon perkembangan geopolitik perjalanannya tersendat-sendat dan merupakan sub bahkan sub dari subnya ilmu hubungan internasional. Sedangkan di eropa daratan tradisi para peneliti hubungan internasional telah mengembangkan geopolitik menjadi ilmu terapan baru yang merupakan pengembangan dari cabang ilmu hubungan internasional, menariknya walau pun lapangan penelitian dan objek penelitiannya adalah situasi politik internasional, geopolitik ditampung dan dikembangkan oleh para ahli ilmu geografi.
Bukan murni dari cabang ilmu hubungan internasional. Situasi ini tampaknya dapat dijelaskan dengan melihat  sejarah perjalanan ilmu hubungan internasional ketika munculnya para behavioralis yang percaya bahwa mengamati fenomena internasional tidak cukup bergantung pada pisau analisa yang disediakan ilmu hubungan internasional, hingga perlu adanya perkawinan masal antara ilmu hubungan internasional dengan ilmu-ilmu lainnya, gelombang percampuran keilmuan ini dilakukan pada pertengahan tahun 60 an dan puncaknya awal tahun 70 an.
Geopolitik yang mempunyai empat konsepsi dasarnya yaitu, konsepsi ruang, konsepsi frontier, konsepsi kekuatan politik dan konsepsi keamanan bangsa, mengalami sejarah panjang dalam perkembangannya, sudah dimatikan berkali-kali sebagai ilmu tapi dia selalu hidup kembali. Akhirnya, geopolitik menjadi term yang hanya digunakan dalam dunia jurnalistik untuk menghantar reportase kondisi percaturan dan persaingan politik internasional.
Geografi Politik
Di awali dengan konsepsi Geografi politik yang pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli geografi lulusan sekolah farmasi, Friedrich Ratzel pada pertengahan abad ke 19. Sebagai peneliti dalam bidang farmasi, dirinya terinspirasi oleh karya-karya yang menjelaskan hubungan antara alam dengan makhluk hidup, terutama Darwin dan Alexandre Von Humboldt. Dalam pendekatannya dia sangat mempertimbangkan hubungan dan pengaruh antara milieu atas negara sebagai satu kesatuan yang hidup. Ide ini dikemukakannya dalam jurnal Anthropo-geographie, dua kali di tahun 1882 dan 1891. Lalu pada tahun 1897 dia makin memantapkan ide-idenya dengan menuliskannya dalam sebuah buku yang berjudul Politische Geographie.
Buku yang akhirnya dianggap sebagai pondasi dari disiplin ilmu geografi politik (Michel Korinman,1990) ini diperuntukkan bagi para pengambil keputusan politik, pemerintah dan terutama bagi para pemimpin Jerman dan bagi dirinya seorang nasionalis anggota dari Liga Pangermaniste. Ratzel menegaskan dalam bereaksi atas keputusan-keputusan yang akan dibuat harus menggunakan intelektualitas yang dibutuhkan secara efektif dan selalu melihatnya atas ruang-ruang (space). Akhirnya dengan formulasi dan typologi yang diraciknya maka Geografi Politik Ratzelian menjadi studi tersendiri dari ilmu geografi dengan negara sebagai objeknya. Terutama teori-teorinya yang normatif  menjadi fondament dari studi spasial dan politik (Raffestin, 1995 dan Rossier, 2003).
Geopolitik
Dalam perkembangannya geografi politik terus mendapatkan anti tesis dan kritiknya, sehingga muncullah term geopolitik. Ditandai dengan pemikiran seorang neo-logisme geopolitik dari universitas Swedia, Rudolf Kjellen, dalam artikelnya yang muncul dalam jurnal Ymer terbitan 1916, Staten som Lifsform (Negara sebagai Sesuatu yang Hidup), berbicara tentang frontier negaranya dengan mengilustrasikan pengaruh antara ide-ide Darwin dan Ratzel.
Konsepsi awal geopolitik Robert Kjellen (1844-1904) sebagai seorang ahli biologi, mengatakan bahwa dunia ini seperti organisme yang hidup, dengan konsekuensi apa yang terjadi di salah satu ujung dunia pasti akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung di ujung dunia lainnya, dan bahkan di seluruh lipatan dunia. Geo berarti “la terre-notre planet” (bumi kita) dengan ruang dan waktu, sementara Politik mewakili “le vivre ensemble” (hidup bersama) dengan interaksi sebagai aksi dari dan reaksi pada aktifitas dalam ruang hidup.
Jadi geopolitik adalah interaksi antara manusia dengan ruang, ruang hidupnya.
Bahwa dunia itu adalah satu kesatuan sebagai organisme yang saling berinteraksi berdasarkan ruang dan waktu berdasarkan kepentingan. Singkatnya geopolitik mempunyai tiga kata kunci, yaitu ruang, manusia dan interaksi. Dan dalam perkembangannya dilanjutkan oleh Karl Haushofer yang menformulasikan metode geopolitiknya.
Dengan latar belakang keturunan aristokrat bavaria yang hidup dalam tradisi kalangan konservatif, dan mantan tentara yang bertugas sebagai atase militer dalam kedutaan besar Jerman di Tokyo, Haushofer dikenal sebagai diplomat sekaligus ahli geopolitik dan strategi (Claval, 1994).
Setelah perang dunia pertama, dengan pangkat kolonel, Haushofer meninggalkan dunia militer, dan pada tahun 1923, dia menerbitkan Zeitschrift für Geopolitik (Jurnal Geopolitik), berbeda dengan Ratzel yang sangat dikritiknya walau sama-sama nasionalis yang mencita-citakan bangsa Jerman bersatu, dia lebih menekankan pada studi tentang distribusi kekuasaan negara atas kontinen dengan seluruh keadaannya (tanah, daratan, cuaca dan sumber daya) dimana kekuasaan memainkan peran di dalamnya, dan di sisi lain geopolitik memberikan objek aktifitas politik di dalamnya.
Singkatnya geopolitik menarik perhatian Nazi dan kemudian mengembangkan konsep-konsep Geopolitik Haushofer yang lebih dikenal dengan Geopolitik saja. Haushofer pun harus kehilangan Zeitschrift nya -yang kemudian menjadi semacam pusat pengembangan analisa geopolitik Nazi- karena istrinya seorang yahudi yang bersama anaknya menentang Hitler. Walau kemudian Haushofer bunuh diri pada tahun 1946, Geopolitik tetap menjadi pegangan IIIrd Reich  untuk mencapai tujuan-tujuan dari mimpi idiologinya.
Setelah perang dunia kedua, karena kejelasan hubungan antara Nazisme dan Geopolitik sekaligus geopolitik dikenal sebagai alat analisa yang kuat dalam menjelaskan konsep-konsep kenegaraan dan kewilayahan. Geopolitik disalahkan sebagai ilmu yang membantu Nazi dalam menginvasi negara-negara sekitarnya. Sehingga term Geopolitik dicap membawa nilai-nilai negatif, dan sejurus perkembangannya ilmu ini hanya sekadar dikenal dalam sub-ilmu hubungan internasional (Forest L. Grieves, 1977). Lebih ektrem lagi, pertanyaan tentang teritorial menjadi sangat rahasia, hanya menjadi diskursus dalam sekolah-sekolah militer atau bahkan hanya dibicarakan di lingkaran elit kekuasaan. Mempelajari Geopolitik sama saja mempelajari moral dan filsafat ilmu ini yang sangat agresif.
Namun pada akhir tahun 1970, term Geopolitik diperkenalkan secara resmi kembali oleh Sekretaris Negaranya Presiden Nixon, Henry Kissinger, dalam konferensi pers di depan Dewan Pers Nasional, bulan Januari 1977, beberapa waktu setelah perjalanan ke Brasil dan hasil diskusi dengan Jendral Golbery de Couto e Silva (Foucher, 1991).
Karena Jendral de Couto e Siva sebenarnya telah membangun pusat studi geopolitik Brasil sejak tahun 1967. Hingga dalam jumpa pers Kissinger merasa khawatir dengan pusat studi yang dibangun oleh koleganya tersebut.
Dan di awal tahun 1960an (disaat bersamaan) para pemikir dari Sorbonne mengembangkan kembali ilmu ini.
Walau awalnya Kissinger menggunakan term Geopolitik untuk menggarisbawahi dimensi negatif, tetapi pada kenyataannya dia telah kembali memperkenalkan konsep ini sebagai alat untuk memediasi situasi pada saat itu. Munculnya term Geopolitik membuat perdebatan dikalangan ilmuwan selama bertahun-tahun yang akhirnya membuat Geopolitik menjadi berkembang, salah satu usaha untuk memperbaiki nama Geopolitik dilakukan oleh Yves Lacoste pada tahun 1975 dengan membuat Jurnal Geopolitik, Herodote, yang terus terbit sampai saat ini untuk membawa ilmu ini ke dalam kampus.
Perkembangan Geopolitik Maritim
Yang dikenal sebagai seorang ahli geopolitik maritim pertama adalah Alfred Thayer Mahan (1840-1941), perwira naval Amerika dengan teorinya sea power. Awal proses penulisan karyanya yang menjadi rujukan penguasaan teritorial melalui laut ini, didasarkan atas keingintahuan Mahan atas perbedaan besar antara Inggris dan Prancis, kedua negara besar yang menguasai masing-masing hampir separuh dunia dan berperang antara keduanya. Inggris selalu mendapatkan keuntungan dalam peperangan yang digelarnya, sementara Prancis mengalami kebangkrutan (1789). Pendekatan Inggris sebagai negara kolonial, disimpulkan oleh Mahan sebagai negara yang mahir melakukan pendekatan ekonomi (baca: perdagangan) dan menciptakan konflik financial. Hingga dia menyimpulkan untuk menguasai dunia maka dia harus menguasai perdagangan dunia, dan perdagangan dunia selalu melalui laut, maka kuasai laut untuk menguasai perdagangan dunia, singkatnya siapa yang ingin mengontrol dunia maka harus dapat mengontrol laut (Mahan, 1879).
Pemikiran ini dikritik oleh Sir Harold J. Mackinder (1861-1947) yang mengatakan bahwa untuk mewujudkan teori Mahan membutuhkan tekhnologi tingkat tinggi, dia menerangkan lebih mungkin mengusai dunia  jika dapat menguasai  heartland nya (Mackinder, 1904), walaupun akhirnya dia merevisi teorinya tersebut (Mackinder, 1943 dan 1962). Inti dari pemikiran Mac Kinder dalam tafsiran saya adalah menempatkan kemampuan membaca fenomena politik internasional dengan melihat posisi “pivot” dunia sebagai poros dari ruang hidup yang diuraikannya dalam karyanya yang fenomenal The Geographical Pivot of History(1904).
Karena kemampuan meletakkan dimana pivot itu berada akan membawa  pengaruh besar bagi kebijakan politik luar negri dari negara-negara yang akan memperjuangkan national interest-nya dan tentu saja akan berdampak pada eskalasi tinggi saling ketergantungan dalam jejaring sistem internasional.
Selain mereka sebenarnya Sir Julian S.Corbett (1854-1922) yang benar-benar dapat dikatakan sebagai promotor pengembangan konsep sejarah maritim, sejarah perang, hubungan manusia dengan laut, pengembangan evolusi strategi, konsep taktik dan tekhnik (Coutau-Bégarie, 1993). Karyanya yang menjadi buku wajib bagi para prajurit angkatan laut seperti Fighting Instructions (1905), Signal Instruction (1908) dan Some Principles of Strategy Maritime (1911), dimulainya dengan menulis novel-novel yang selalu berhubungan dengan sejarah dan laut (Schurman, 1981).
Sebagai penulis yang menguasai sejarah kelautan, dirinya selalu diundang untuk mengisi seminar tentang strategi maritim oleh War Course College, yang kemudian merekrut Corbett menjadi anggota Navy Records Society dan dari sanalah dimulai karirnya sebagai intelektual.
Dalam perkembangannya banyak ilmuwan yang membanding-bandingkan antara Mahan dan Corbett, yang menariknya jika Mahan mengatakan command the sea  justru Corbett membantahnya, menurutnya menguasai atau mengontrol laut itu tidak mungkin dapat dilakukan, yang paling penting dilakukan adalah menguasai atau mengontrol komunikasi maritim (Gough, 1988). Jika Mahan dianggap lebih dalam menganalisa sejarah dan perang-perang yang terjadi, Corbett disamping itu juga mengembangkan stratégie théorique menjadi stratégie pratique (Rosinski, 1953). Bahkan dalam karya-karyanya khususnya teori perang yang dikemukakan, banyak mengkritik teori perang Clausewitz.
Akhirnya, perkembangan geopolitik dewasa ini terlihat menuju ke arah yang sangat menggairahkan, karya-karya kontemporer yang mengulas  peristiwa dalam sistem internasional yang anarkis (Waltz, 1976) secara perlahan menggunakan metode dan analisis geopolitik. Tradisi eropa daratan yang mengkaji geopolitik sebagai ilmu pun sudah mulai dikembangkan secara masif, alergi akan masa kelam geopolitik akibat penyalahgunaan oleh Nazi justru menjadi alasan agar perang dapat dicegah dan diantisipasi.
Geopolitik dan Indonesia
Sebagai negara besar yang berbentuk kepulauan dengan seluruh potensi baik dan buruknya, dan perkembangan dunia dengan situasi keadaan negara-negara tetangganya. Sudah seharusnya membicarakan ke-Indonesia-an dengan konsep Geopolitik. Karena studi-studi saat ini yang berkembang di Indonesia dan dipergunakan sebagai alat analisa dalam mencermati bahkan mengambil keputusan-keputusan negara, tidak lagi mencukupi kebutuhan akan itu.
Dengan bentuk kepulauannya dan penyebaran demografi bahkan bencana alamnya, secara jelas menunjukkan kelengkapan variabel-variabel dalam Geopolitik, dimana  distribusi kekuasaan dan penyelenggaraan pemerintahan tidak lepas dari manajemen kewilayahan dalam negeri, hubungan luar negara dan garis-garis batas negara sebagai bentuk pertahanan dan keamanan negara. Pada tahun 1973, Yves lacoste dalam La géographie, ça sert d’abord à faire la guerre, mengingatkan bahwa Geopolitik dalam hubungannya dengan kekuasaan adalah sebuah pelaksanaan.
Meminjam cara bertanya Aymeric Chauprade (2004) seorang ahli geopolitik Prancis, bisakah ilmu sosiologi saja dapat menjelaskan keadaan rakyat Indonesia saat ini? bisakah ilmu ekonomi saja bisa menjelaskan tingkat hidup rakyat Indonesia? bisakah teori-teori yang dibuat dan berdasarkan pengalaman negara-negara lain yang jelas-jelas berbeda budayanya dengan Indonesia dapat diterapkan?
Maka Geopolitik sebagai instrumen yang menghubungkan antara negara dan ruang dengan menyediakan metodologinya dapat menjadi alternatif lain untuk melihat dan membuat keputusan-keputusan politik, karena ilmu ini membantu kita melihat hubungan antara negara dengan ruang-ruang yang ada di dalam dan sekitarnya. Mengajak kita melihat negara sebagai satu kesatuan yang hidup dengan kehidupannya sendiri. Sehingga jawaban atas pertanyaan di atas, jelas kita membutuhkannya. Padahal konsep geopolitik Indonesia sudah sangat baik dirumuskan dalam konsepsi yang kita kenal sebagai “Wawasan Nusantara”. Sayangnya, seperti sudah menjadi kutukan bagi bangsa ini, secara sadar dan terang-terangan kita melupakannya.
Disadur dari Global Review

Selasa, 09 Oktober 2018

EKONOMI MAKRO IMF



Ekonomi Makro

Ini Penjelasan Panitia Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia soal Anggaran yang Digunakan.


BADUNG, KOMPAS.com - Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia menjelaskan anggaran yang dipakai untuk menyelenggarakan acara tersebut memiliki plafon sebesar Rp 855,6 miliar yang bersumber dari APBN 2018. Dari total plafon yang tersedia, estimasi nominal yang terpakai untuk penyelenggaraan adalah Rp 566 miliar.

"Saya sebagai Ketua, sampai hari ini kami gunakan kira-kira Rp 566 miliar. Jumlah yang sudah kami bayarkan Rp 192,1 miliar," kata Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers di Hotel Westin, Nusa Dua, Senin (8/10/2018).

Luhut mengungkapkan, nominal Rp 566 miliar itu murni untuk penyelenggaraan acara yang memang dikeluarkan Indonesia sebagai tuan rumah. Adapun untuk biaya hotel tidak ditanggung oleh tuan rumah, melainkan dari masing-masing partisipan yang telah mendaftar untuk ikut acara ini.

"Mereka kan bayar (hotel) sendiri. Kalau ada yang bilang kita bayarin, enggak ada dibayarin," tutur Luhut.

Baca juga: SBY Dukung Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada April lalu menyebut biaya operasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia bisa mencapai Rp 1,1 triliun. Terhadap nominal tersebut, Pelaksana Harian Pertemuan IMF-Bank Dunia Susiwijono menuturkan anggaran penyelenggaraan yang sebenarnya seperti yang tertera dalam APBN 2018.

"Rp 1,1 triliun itu untuk manfaat yang diperoleh dari direct spending. Kalau anggaran Rp 855,6 miliar itu alokasi atau pagu yang disediakan, dan estimasi digunakan sebesar Rp 566 miliar," ujar Susiwijono.

Di luar anggaran untuk penyelenggaraan Pertemuan Tahunan, pemerintah turut mengucurkan dana pembangunan infrastruktur yang dalam jangka pendek digunakan untuk mendukung kelancaran acara tersebut. Dana yang dipakai untuk infrastruktur sebesar Rp 4,9 triliun.

Bappenas menyebut, Rp 4,9 triliun itu dipakai untuk membangun underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana, serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarbagita Suwung. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan, pengeluaran tersebut jangan dilihat hanya untuk acara IMF, melainkan lebih dinikmati oleh masyarakat untuk penggunaan jangka panjang.

Baca juga: Benarkah Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Terlalu Mewah? Ini Faktanya

Melalui momen ini, Indonesia memperkirakan menerima dampak positif sebagai tuan rumah, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, Indonesia akan menerima pendapatan dari sektor hotel, makanan dan minuman, transportasi dan akomodasi, hingga sektor UMKM.

Belanja yang dilakukan para delegasi dan peserta juga diperkirakan memberi potensi penerimaan devisa. Manfaat lainnya adalah ajang promosi wisata dan show casekemajuan ekonomi Indonesia kepada dunia, didorong dengan kehadiran kurang lebih 1.000 jurnalis dari seluruh dunia.

Kehadiran para partisipan juga dapat menggerakkan roda perekonomian Bali dalam hal MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), pariwisata, sektor jasa, industri kecil, dan sektor pendukung lainnya. Sementara manfaat jangka panjangnya adalah melalui kesepakatan bersama mengenai isu ekonomi global, perdagangan dan investasi, promosi pariwisata, hingga menambah pengalaman dan jaringan dengan komunitas internasional.

Tidak lupa Indonesia juga menyiapkan rangkaian tawaran paket wisata bagi para partisipan dalam rangka menggenjot pariwisata dalam negeri. Diperkirakan sebagian besar delegasi dan tamu yang hadir dari luar negeri akan menghabiskan waktu lebih lama di Indonesia untuk berlibur, setelah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

Penulis: Andri Donnal Putera

Editor: Erlangga Djumena

Sabtu, 15 September 2018

DUNIA YANG GILA

(Artikel menarik ttg bagaimana ekonomi global berjalan)

Ini dunia yang gila!

Artikel menarik yang ditulis oleh Economistb India

Orang Jepang menabung banyak. Mereka tidak menghabiskan banyak uang. Juga, ekspor Jepang jauh lebih banyak daripada impor. Memiliki surplus perdagangan tahunan lebih dari 100 miliar. Namun ekonomi Jepang dianggap lemah, bahkan ambruk.

Orang Amerika menghabiskan, menghemat sedikit. Juga impor AS lebih dari ekspor.
Memiliki defisit perdagangan tahunan lebih dari $ 400 miliar. Namun, ekonomi Amerika dianggap kuat dan dipercaya untuk menjadi lebih kuat.

Tetapi dari mana orang Amerika mendapatkan uang untuk dibelanjakan? Mereka meminjam dari Jepang, Cina dan bahkan India.
Hampir semua orang menabung untuk AS untuk dibelanjakan. Tabungan global sebagian besar diinvestasikan di AS, dalam dolar.

India sendiri menyimpan aset mata uang asingnya lebih dari $ 50 miliar dalam sekuritas AS. China telah menenggelamkan lebih dari $ 160 miliar dalam sekuritas AS.
Saham Jepang di sekuritas AS dalam triliunan.

Hasil:

AS telah mengambil lebih dari $ 5 triliun dari dunia. Jadi, sebagai dunia
menghemat untuk AS - It's The Amerika yang menghabiskan dengan bebas. Hari ini, untuk menjaga konsumsi AS, yaitu untuk ekonomi AS untuk bekerja, yang lain
negara-negara harus mengirimkan $ 180 miliar setiap kuartal, yaitu $ 2
miliar sehari, ke AS!

Seorang ekonom Cina mengajukan pertanyaan yang rapi. Siapa yang telah berinvestasi lebih banyak, AS di China, atau Cina di AS? AS telah berinvestasi di Cina kurang dari setengah dari apa yang diinvestasikan Cina di AS.

Sama halnya dengan India. Kami telah berinvestasi di AS lebih dari $ 50
milyar. Tetapi AS telah menginvestasikan kurang dari $ 20 miliar di India.

Mengapa dunia setelah AS?

Rahasianya terletak pada pengeluaran Amerika, bahwa mereka hampir tidak menabung. Bahkan mereka menggunakan kartu kredit mereka untuk menghabiskan pendapatan masa depan mereka. Bahwa pengeluaran AS adalah apa yang membuatnya menarik untuk diekspor ke AS. Jadi AS mengimpor lebih dari apa yang diekspor dari tahun ke tahun.

Hasil:

Dunia bergantung pada konsumsi AS untuk pertumbuhannya. Dengan budaya konsumsinya yang semakin dalam, AS telah terbiasa dengan dunia
memakan konsumsi AS. Tetapi karena AS membutuhkan uang untuk membiayai konsumsi, dunia menyediakan uang.

Ini seperti penjaga toko yang memberikan uang kepada pelanggan sehingga pelanggan terus membeli dari toko. Jika pelanggan tidak akan membeli, toko tidak akan memiliki bisnis, kecuali penjaga toko mendanainya. AS seperti pelanggan yang beruntung. Dan dunia itu seperti penjaga toko yang tak berdaya
pemodal.

Siapa pemodal pemilik toko terbesar di Amerika? Jepang tentu saja. Namun itu Jepang yang dianggap lemah. Ekonom modern mengeluhkan hal itu
Jepang tidak menghabiskan, jadi mereka tidak tumbuh. Untuk memaksa Jepang membelanjakan, pemerintah Jepang mengerahkan dirinya, mengurangi tabungan
tarif, bahkan dikenakan biaya penabung. Bahkan kemudian Jepang tidak menghabiskan (kebiasaan tidak berubah, bahkan dengan pajak, kan?). Penghematan pos tradisional mereka saja lebih dari $ 1,2 triliun. Jadi, tabungan, jauh dari kekuatan Jepang, telah menjadi kesakitan.

Oleh karena itu, apa pelajarannya?

Artinya, suatu bangsa tidak dapat tumbuh kecuali orang menghabiskan, bukan menyelamatkan. Bukan hanya menghabiskan, tetapi pinjam dan belanjakan.
Dr. Jagdish Bhagwati, ekonom kelahiran India yang terkenal di AS, mengatakan pada Manmohan Singh bahwa orang India boros. Minta mereka untuk membelanjakan, pada mobil impor dan, serius, bahkan pada kosmetik! Ini akan menempatkan India
pada kurva pertumbuhan. Ini adalah salah satu alasan mengapa MNC datang ke India, melihat belanja konsumen.

'Menyelamatkan adalah dosa, dan menghabiskan adalah kebajikan.'

Tetapi sebelum Anda mengikuti Neo Ekonomi ini, dapatkan beberapa orang bodoh untuk ditabung sehingga Anda dapat meminjam dari mereka dan menghabiskan!
Maaf OOT to Golf ...

Rabu, 06 Juni 2018

Pancasila 1Juni 2018

*PANCASILA: DARI PUNCAK KEJAYAAN MAJAPAHIT HINGGA PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945*


Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya "sendi dasar yang lima" atau "lima dasar yang kokoh". Mula-mula kata "sila" dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan.

Sebagaimana disebutkan dalam Tipitaka, kelima sila itu dalam bahasa Pali adalah sebagai berikut:

1. _Pānātipātā veramani sikkhapadamsamādiyāmi_ (Aku melatih diri untuk menghindari pembunuhan);
2. _Adinnādānā veramani sikhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan);
3. _Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila);
4. _Musāvāda veramani sikhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar, berdusta, atau memfitnah).
5. _Surāmeraya majjapamādatthān veramani sikkhapadam samādiyāmi_ (Aku bertekad untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan).

Dalam makna "lima dasar moral" yang harus dijatuhi tersebut, maka istilah Pancasila di negara kita sudah kita kenal sejak zaman Majapahit. Istilah ini dijumpai baik dalam karya Mpu Tantular dalam bukunya *"Kekawin Sutasoma"* (ditulis tahun 1384 M), maupun karya Mpu Prapanca yang ditulis sebelumnya dalam sastra pujanya yang berjudul *"Kekawin Negara Krtagama"* (ditulis tahun 1367 M).
Jadi, kedua pujangga itu hidup pada masa puncak kejayaan Majapahit, yang dikenal sebagai negara nasional ( _Nasionale Staat_ ) yang kedua, yaitu setelah kedatuan Sriwijaya dan sebelum Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam *Kekawin Sutasoma*, istilah Pancasila disebutkan 2 kali, yaitu dalam _seloka-seloka_ suci yang dalam bahasa Jawa kuno bunyinya:

*Bwat Bajrayana Pancasila ya gegen den teki hawya lupa!*
Artinya: "Bagi yang mengikuti vajrayana, Pancasila harus dipegang teguh, jangan sampai dilupakan" (Sutasoma 145:2).

Dalam _pupuh_ lain dari _Kekawin_ yang sama, Mpu Tantular mencatat pula:

*Astam sang catursrameka tarinen ring Pancasila Krama!*
Artinya: "Wajibkanlah kepada semua anggota catur asrama supaya Pancasila dijalankan secara teratur" *(Sutasoma 4:4).*

Selanjutnya, dalam *Kekawin Negara Krtagama*, kata Pancasila dijumpai dalam _seloka_ yang berbunyi:

*"Yatnagegwani Pancasila krtasangskara bhisekakrama".*
Artinya: "Sang Raja selalu waspada dan teguh memegang Pancasila, berlaku mulia, dan menjalankan upacara agama" *(Negara Krtagama 43:2).*


*PANCASILA DIGAUNGKAN KEMBALI DALAM PIDATO BUNG KARNO, 1 JUNI 1945.*

Dalam pidatonya tanpa teks di depan sidang _Dokuritsu Zunbi Tyusakai_ (Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan), Bung Karno menggaungkan kembali Pancasila sebagai nama dasar negara kita, untuk memenuhi pertanyaan Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, yaitu apa dasarnya Indonesia merdeka yang akan didirikan.

Menurut Bung Karno, yang diminta dr. Radjiman tidak lain adalah *_Welthanchauung_* atau *_Philosofische Gronslag_* (Dasar Filsafat) yang di atasnya Negara Indonesia merdeka akan didirikan. Dalam pidato yang akhirnya dikenal sebagai "Lahirnya Pantja-Sila" itu, Bung Karno mengusulkan dasar-dasar sebagai berikut:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Istilah Pancasila diusulkan oleh Bung Karno dalam pidatonya yang bersejarah itu, pada tanggal 1 Juni 1945.

"Sekarang", kata Bung Karno, "banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi", yang disambut dengan tepuk tangan riuh.

Setelah melalui proses perumusan ulang, pidato Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945 tersebut, kemudian dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945, Alinea 4, yang lengkapnya berbunyi:

1. Ketuhanan yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


*MENGAPA MAJAPAHIT MENJADI SUMBER INSPIRASI, BUKAN BUGIS, BANTEN ATAU MATARAM?*

Dalam pidato "Lahirnja Pantja-Sila", Bung Karno menekankan bahwa kita adanya dua kali mengalami _Nationale Staat_, yaitu di zaman Sriwijaya dan Majapahit. Selain kedua negara itu, kita tidak mengalami negara nasional. Bung Karno memberi contoh, Mataram, Pejajaran, Banten, dan Bugis adalah negara-negara berdaulat, negara-negara merdeka, tetapi bukan negara nasional.
Itulah sebabnya para pendiri bangsa, banyak terinspirasi oleh Majapahit. Dari Majapahit kita mengambilalih istilah Pancasila sebagai nama Dasar Negara, salam nasional kita "Merdeka", dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai "sesanti" dalam lambang negara kita.

Demak, Mataram, Bugis, Banten tidak pernah berhasil mempersatukan Nusantara, karena landasan dalam bina negara bukan sebuah "welthansauung" dari semua, oleh semua dan buat semua, melainkan berasas primordialitas agama tertentu. Terbukti bahwa sistem teokrasi atau negara agama, tidak pernah bisa mempersatukan Nusantara yang sangat majemuk.

Selanjutnya, sama-sama negara nasional yang wilayahnya bahkan lebih besar dari NKRI sekarang, mengapa para pendiri bangsa lebih terinspirasi oleh Majapahit, bukan Sriwijaya? Dasar negara kita, misalnya, namanya tidak diambil dari Sriwijaya? Saya pernah menyampaikan hal ini kepada Pak Taufiek Kiemas (almarhum), ketika empat pilar MPR pertama digagas, dan pada waktu itu saya sebagai salah satu narasumber. Faktanya, dokumentasi tertulis Sriwijaya tidak selengkap Majapahit, yang telah mengabadikan prinsip-prinsip kehidupan bina negara dalam sejumlah prasasti, lontar-lontar perundang-undangan, dan sejumlah besar karya sastra yang sampai sekarang masih dibaca dan terus dilestarikan di pulau Bali.

"Mungkin karena itu Ibu Mega sangat mencintai Bali, Pak", kata saya dalam obrolan singkat, sebelum saya mempresentasikan makalah "Bhinneka Tunggal Ika: Sejarah, Filosofi dan Relevansinya". Semua peninggalan sejarah itu tidak ada lagi di Jawa, tetapi justru diwariskan utuh-utuh kepada kita dari Pulau Dewata. Orang Jawa tidak lagi berbicara dalam bahasa Jawa kuno, tetapi di Bali bahasanya Mpu Tantular dan Mpu Prapanca ini masih dilestarikan dalam bentuk sastra kekawin.

Ada yang mengatakan bahwa "teman ahli bahasa" yang dimaksud Bung Karno dalam pidatonya itu Pak Yamin. Tetapi yang lain bilang Ida Bagus Sugriwa, salah seorang putra Bali yang turut dalam sidang-sidang menjelang kemerdekaan RI. Baik Profesor Yamin maupun Ida Bagus Sugriwa adalah dua orang yang agaknya berdiskusi dengan Bung Karno, yang disebut ya "seorang teman ahli bahasa".

Meskipun Yamin adalah seorang putra Minang, namun sebagai ahli kebudayaan dan bahasa, dikenal sudah lama bersentuhan dengan segala hal yang berkenaan dengan kebesaran Majapahit. Konon, di sela-sela Sidang BPUPKI antara Mei-Juni 1945, Yamin yang mula-mula menyebut ungkapan "Bhinneka Tunggal Ika", I Gusti Bagus Sugriwa yang duduk di sampingnya spontan melengkapi sambungan ungkapan itu “Tan hana dharma mangrwa" (Tidak ada kebenaran yang mendua).
Keakraban keduanya seperti tampak dalam penggalan catatan sejarah di atas, membuktikan bahwa kedua sahabat Bung Karno ini memang sangat mendalami karya-karya Jawa kuno. Lebih-lebih Ida Bagus Sugriwa, sebagai putra Bali dari Buleleng, menjadi saksi hidup bahwa di Bali istilah-istilah seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Mahardhika, dan sebagainya, adalah ungkapan-ungkapan yang masih hidup, dihayati, dan dilestarikan selama berabad-abad melalui sastra Kekawin. Bali adalah museum hidup Majapahit yang masih tegak berdiri sampai hari ini.

Selain naskah Leiden, sumber rujukan lontar Sutasoma yang banyak menginspirasi para bapa bangsa di awal kemerdekaan, yang mungkin dibaca saat itu. Jadi, sangat mungkin sebelum mengucapkan pidatonya, Bung Karno mendiskusikannya dengan Yasin dan Ida Bagus Sugriwa.

Majapahit menjadi inspirasi para bapa bangsa, bukan hal yang kebetulan. Negara nasional Kedua ini tidak hanya memberikan kebanggaan sebagai inspirasi untuk menghadirkan keagungan sejarah yang pernah ada, tetapi juga telah memberikan model dalam mengelola warisan pluralisme bangsa. Jadi, bukan hanya istilahnya yang kita warisi, tetapi pemikiran filsafat kenegaraan yang dibangun di atas jiwa merdeka yang terbuka, toleran, bahkan secara aktif berbagi dalam kebersamaan untuk merenda masa depan bangsa dan umat manusia.

Selamat memperingati Hari Lahirnya Pancasila! *

Copas Dr.Bambang Noorsena
MERDEKAAAA !!
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Kamis, 14 Desember 2017

KTT OKI

*Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Selalu Bersama Palestina*

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak akan surut, bahkan akan meningkat. Hal tersebut disampaikan saat ia berpidato dalam KTT Luar Biasa OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di Istanbul, Rabu 13 Desember 2017.

“Indonesia akan menyertai Palestina dalam perjuangannya,” kata Presiden Jokowi

Menurut Presiden, dukungan tersebut bukan hanya dalam bentuk dukungan politik, namun Indonesia akan terus tingkatkan dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina.

Dalam hal kebijakan luar negeri, Presiden juga menegaskan posisi Palestina yang berada di jantung politik luar negeri Indonesia.

“Dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia, disitu terdapat keberpihakan terhadap Palestina,” ucap Presiden.


Istanbul, 13 Desember 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Rabu, 13 Desember 2017

SEJARAH KOTA YERUSALEM


SEJARAH KOTA YERUSALEM
Berikut adalah timeline (rentang waktu) sejarah Yerusalem.

------------
A. PERMULAAN

2500 SM : Bangsa Kanaan datang dari tenggara, dan menamakan tempat ini Yerusalem, seperti nama Dewa bangsa Kana'an.

2000 SM : Bangsa Amori memasukinya dari tenggara, disusul bangsa Fenisia dari utara.

1200 SM : Bangsa Filistin (Palestin) datang dari daerah Yunani (pulau Kaftor/Kreta) dan menempati selatan kawasan ini. Dan Bani Israel yang keluar dari Mesir dibawah pimpinan Nabi Musa dan Nabi Harun datang dan menempati bagian timur Laut Mati sehingga mendesak kedudukan bangsa Kanaan.

------------
B. MASA KEKUASAAN RAJA-RAJA ISRAEL (1025 SM - 586 SM)

1010 SM : Bangsa Filistin mengalahkan Raja Saul bin Kish (raja Israel yang pertama) dan merampas Tabut Perjanjian milik Israel (sebuah artefak reliji peninggalan nabi Musa yang teramat sakral bagi orang Yahudi).

1000 SM : Raja Daud bin Isai (kaum Muslim menyebutnya sebagai Nabi Daud A.S.) yang naik tahta setelah raja Saul, berhasil menaklukkan kota Yerusalem, dan menjadikannya sebagai ibukota Kerajaan Israel.

962 SM : Raja Salomo bin Daud (Nabi Sulaiman A.S.) mendirikan Bait Suci kaum Yahudi untuk Pertama kali di Ibukota Yerusalem.

722 SM - 586 SM: Kerajaan Asyuriah (Suriah) dan Babilonia menguasai Yerusalem dan mengalahkan Kerajaan Israel dan Yehuda (Israel saat ini pecah menjadi dua kerajaan: Israel dan Yehuda/Judea). Raja Nebuchadnezzar II (605 SM-562 SM) menawan bangsa Yahudi ke Babilonia.

587 SM: Pengasingan bangsa Yahudi ke Babilonia sebagai tawanan.

-----------------
C. MASA SETELAH PEMBUANGAN KE BABEL

539 SM - 331 SM : Kerajaan Persia (Farsi) di bawah raja Cyrus (Koresh) mengalahkan Babilonia dan Cheldania (Irak) dan menduduki Yerusalem, pada masanya orang-orang Yahudi yang ditawan diijinkan kembali ke Yerusalem.

332 SM : Kerajaan Makedonia (Yunani) di bawah Raja Aleksander yang Agung (Iskandar Syah) menduduki Yerusalem setelah mengalahkan Persia.

166 SM - 37 SM : Setelah Yunani dikalahkan oleh Romawi, dinasti Yahudi dari keluarga Makkabe memberontak melawan Romawi dan kembali mendirikan kerajaan Israel di Yerusalem.

35 SM - 96 M : Pemberontakan kaum Yahudi berhasil dipatahkan. Kaisar di Roma mengangkat dinasti Herodes untuk memerintah Israel sebagai kerajaan taklukkan Romawi.

------------------
D. MASA MASEHI

6 SM: Kelahiran Yesus Kristus atau Nabi Isa Al Masehi di Betlehem yang berada dibawah kekuasaan dinasti Herodes, pada zaman pemerintahan Gaius Julius Caesar Augustus di Roma (Kaisar Octavianus Augustus).

33 M: Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus, pada zaman Yerusalem berada dibawah kekuasaan seorang Prokurator (Gubernur) Romawi yang bernama Pontius Pilatus utusan Roma.

70 M: Yerusalem dimusnahkan oleh tentara Romawi atas perintah Kaisar di bawah pimpinan Jenderal Titus. Dihancurkan secara habis-habisan. Dari bangunan kompleks Bait Suci Yahudi hanya tersisa tembok barat (tembok yg sekarang masih ada sampai hari ini dan disebut sebagai 'Tembok Ratapan' oleh karena tragedi hancurnya kota suci dan Bait Suci Yahudi ini).

117-138 M: Kaisar Uryanus (Romawi) membasmi habis pemberontakan orang-orang Yahudi, hanya beberapa orang yang sempat melarikan diri. Semua bangunan hancur rata.

313 M: Yerusalem berada dibawah kekuasaan Bizantium (Romawi Baru / Romawi Timur) yang memberikan kebebasan beragama bagi umat Kristen. Pada masa kekuasaan Kaisar Konstantin, Ratu Helina sang ibu suri berziarah ke Yerusalem dan mendirikan Gereja Makam Isa Almasih yang masih ada hingga kini.

614 M: ketika Kekaisaran Bizantium diperintah oleh Kaisar Heraklius (614-641), Yerusalem ditaklukkan oleh Tentara Persia. Penghancuran secara habis-habisan lagi.

627 M: Raja Heraklius merebut kembali Yerusalem dari tangan Persia.

------------------
E. MASA KEJAYAAN ISLAM DAN PERANG SALIB

636 M: Khalifah Umar bin Khattab memasuki wilayah Yerusalem.

637 M: Yerusalem berhasil ditaklukkan sepenuhnya oleh Tentara Arab.

705 M: Konstruksi tahap pertama dari komplek Al-Masjid Al-Aqsha (arti harfiah: "masjid terjauh") selesai dibangun di atas reruntuhan Bait Suci kaum Yahudi (בֵּית־הַמִּקְדָּשׁ, Beit HaMikdash)

1099 M: Yerusalem direbut oleh Tentara Perang Salib. Penghancuran secara habis-habisan kembali terjadi.

1190 M: Shalahuddin Al-Ayyubi mengambil alih Yerusalem dari Tentara Perang Salib dan menghapus larangan orang Yahudi untuk tinggal di sana yang sebelumnya diberlakukan oleh Tentara Perang Salib. Dibawah beliau, orang Yahudi bebas merdeka.

1244 M: Ditaklukkan oleh bangsa Tatar Kharezmia

1247 M: Ditaklukkan oleh Mesir.

1517 – 1917 M: Yerusalem menjadi bagian dari daerah jajahan Kerajaan Turki Usmani.

----------------
F. MASA MODERN

1917 – 1948 M: menjadi bagian dari daerah mandat Britania Raya, dan diberi nama Palestina (seperti nama yang pernah diberikan oleh Kekaisaran Romawi dahulu kala, yaitu dengan menggunakan nama bangsa yang menjadi musuh bebuyutan bangsa Israel, yaitu bangsa Palestin/Filistin).

1948 M: Republik Israel modern dideklarasikan. Kota Yerusalem dibagi dua oleh PBB. Bagian barat dikuasai Israel, bagian timur dikuasai Kerajaan Yordania. Yordania membawa banyak warganya masuk dan menduduki wilayah ini hingga sekarang.

1950 M: dideklarasikan kembali sebagai Ibukota Israel.

1967 M: Setelah "Perang Enam Hari", bagian barat dan timur Yerusalem seluruhnya dikuasai oleh Israel.

2000 M: Muncul aksi Intifada II setelah Perdana Menteri Israel berkunjung ke Tembok Ratapan.

2017 M: Amerika Serikat dibawah pemerintahan Presiden Donald J. Trump mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibukota historis dan resmi dari Republik Israel. Pernyataan ini ditentang oleh banyak negara.


 (Jakarta History Club)

Minggu, 10 Desember 2017

Landscape eCommerce Indonesia



Tulisan bagus dari Dewa Selling (Dewa Eka Prayoga).

*Peta persaingan para raksasa...*

*Landscape eCommerce Indonesia*

Perkembangan paling mutahir adalah investasi miliaran US$ di Indonesia sehingga melahirkan tiga Unicorn, yaitu:
1. Tokopedia
2. Gojek
3. Traveloka.

Selain itu, terjadi pengelompokan bisnis:

1). Tokopedia dan Lazada (yang diinvest oleh Alibaba)

2). Shopee, JD, Traveloka (yang diinvest oleh Tencent)

3). Blibli dan Tiket.com (yang diinvest oleh GDP Capital milik Djarum Group)

Saham Alibaba di Tokopedia memang tergolong minoritas, namun di Lazada sudah mencapai 80%. Ini kemudian akan diintegrasikan dengan payment gateway (Alipay dan Doku) serta didukung kekuatan logistik China Smart yang mendominasi logistik Asia Tenggara melalui Singpost.

Strategi jangka panjang Jack Ma Strategi adalah menguasai infrastruktur di SEA utamanya Indonesia melalui kendaraan ecommerce.

Alibaba sudah membangun infrastruktur FBL (Fulfilled by Lazada – 60.000 SQM gudang di Cimanggis dan terus membangun di kota-kota lain dan memiliki infrastruktur delivery sendiri dengan LEX – Lazada Express .

Pesaing kuat Alibaba adalah Tencent (induk semang dari JD.co). Tencent masuk ke Indonesia melalui JD.id , Gojek dan Traveloka. Tencent pun ingin menguasai infrastuktur payment Go-PAY yang dipakai Go-JEK, yang saat ini sudah menjadi e-wallet terbesar di Indonesia, mengalahkan e-wallet yang dibuat bank dan telko. JD.ID sudah mulai membangun gudang distribution Center di Jakarta maupun di Kota-kota besar di Indonesia beserta Hub pengirimannya sendiri. Tencent makin kuat dengan investasi di Shopee.co.id.

Kedua pemain raksasa ini sudah mengubah peta e-commerce Indonesia.  Setahun terakhir ini GMV- nya di pasar Indonesia  meningkat pesat dengan membawa produk-produk murah China.

Petinggi Shopee menyatakan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pasar Indonesia hanya akan menjadi medan pertempuran dua raksasa ecommerce dr China: yaitu Lazada (+ Tokopedia) dan Shopee. 😱

Bagaimana dengan Blibli?

Akan bertahan tapi menjadi pemain ketiga yang paling banyak menguasai 20% pasar, yang 80% menjadi rebutan kedua grup di atas.

Peta akan berubah jika Amazon masuk ke Indonesia...

Bagimana Nasib pemain Lokal?

Hingga saat ini pemain ecommerce lokal belum bisa mengimbangi pertempuran dengan para pemain raksasa China tersebut.

Pemain lokal kalah dalam pengalaman, finansial, teknologi, bigdata, dan jaringan. Ada dua kemungkinan bagi pemain lokal yang tidak sekuat Blibli.com: 1). Diakuisisi atau 2). Ditutup karena kehabisan pendanaan di tengah jalan.

Persaingan di e-commerce ini juga berdampak pada bidang-bidang pendukung lanskapnya. Pemain di bidang logistics dan payment akan dikuasai mereka juga.

Yang mengkhawatirkan, supplier produk lokal akan tergantikan oleh produk-produk asing jika tak mampu mengambil peluang emas berkembangnya e-commerce ini.

Rumor yang beredar saat ini...

Petinggi Lazada berusaha melobi pemerintah untuk dapat melonggarkan aturan impor finish goods untuk dijual via e-commerce Indonesia.

Apa yang harus dilakukan?

Venture Capital Indonesia dan pelaku e-commerce lokal (paytren, belanjaqu.com dll) segera melakukan konsolidasi untuk mengimbangi kedua raksasa di atas, untuk melindungi pasar Indonesia dan mendorong produsen lokal bisa bersaing di pasar ecommerce, serta membawa produk-produk lokal masuk ke pasar global.

Bangun kawan-kawan... Bangun!

Asing terus menyerang dan berdatangan. Kalau kita cuma diam, matilah kita.

Kita mesti bersatu. Kita mesti saling support satu sama lain. Kita mesti berdaya di negeri sendiri...

Jangan sampai produk-produk lokal digilas habis dan gak diserap oleh pasar dengan baik, saking mendominasinya produk-produk luar di negeri ini

Bangunlah sinergi. Bertumbuhlah bersama.

Bersatu menguat, bersama berdaya

Joinlah di berbagai komunitas positif di Indonesia. Jalinlah sinergi dan tumbuhlah dalam kebersamaan


Bukan untuk memanfaatkan mereka, tapi untuk saling berbagi dan bersinergi antar sesama.

Yuk bersatu.. Yuk bersama.. Yuk berdaya.. di negeri Indonesi