Kamis, 29 Juli 2021

SUGESTI DIRI SENDIRI

 SUGESTI DIRI SENDIRI... Merdeka! 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 Lagi-lagi tentang pandemi Covid-19. Perasaan stres dan depresi melanda banyak orang, dengan diberlakukannya PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), bahkan ada seruan demo melawan kebijakan pemerintah. Namun kenyataan yang ada, lebih banyak anggota masyarakat yang mampu menahan diri, terus berusaha mengatasi kecemasan dan stres yang melanda dirinya. Seorang teman pernah menulis : Jika kita memikirkan bahagia, kita akan bahagia. Jika kita berfikir sedih, maka kita akan sedih. You are what you think. Anda adalah apa yang anda pikirkan. Didalam ilmu psikologi ada istilah Self Sugession atau Sugesti diri sendiri. Tidak ada tugas yang berat, atau tidak ada tujuan yang berlebihan jika pikiran Anda berpikir bahwa hal itu mungkin dicapai dan dengan demikian Anda menolak kegagalan. Dan itulah yang dilakukan oleh sugesti diri sendiri. Anda membuat pikiran Anda membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Apa itu sugesti diri sendiri, sebenarnya? Sugesti diri sendiri atau Sugesti pribadi adalah sugesti yang dibangun oleh diri sendiri dan diberikan kepada diri sendiri. Banyak orang yang meremehkan kekuatan sugesti diri sendiri. Padahal sugesti ini bukan hanya dapat mempengaruhi pikiran sadar tetapi juga alam bawah sadar Anda. Sugesti diri sendiri secara sengaja memberi “makan” pikiran bawah sadar Anda. Anda menginginkan sesuatu yang besar. Tetapi Anda tahu bahwa Anda tidak bisa mendapatkannya dengan kondisi Anda saat ini. Bila pikiran Anda juga percaya begitu, maka hasilnya Anda tidak akan pernah bisa mencapainya seumur hidup Anda, karena pikiran bawah sadar Anda juga mendorong Anda ke arah pemikiran negatif. Apa yang diyakini pikiran Anda adalah apa yang terjadi pada Anda . Jika Anda memercayai sesuatu, terlepas dari apakah itu benar atau tidak, pikiran Anda akan mulai mempercayainya, dan Anda akan mendapatkan hasil yang sama seperti yang Anda kira akan terjadi. Pikiran Anda adalah sumber energi yang belum dimanfaatkan dari semua yang Anda lakukan dan semua yang terjadi pada Anda. Apa yang Anda inginkan adalah apa yang Anda dapatkan. Semakin pikiran Anda percaya pada sesuatu, semakin mudah bagi Anda untuk mencapainya, karena seluruh organ tubuh ikut bersiap-siap mencapai tujuan anda. Perilaku Anda akan mengikuti pikiran Anda. Sugesti diri sendiri bekerja jika Anda menggunakannya secara teratur. Katakan pada diri sendiri hal yang sama setiap hari. Katakan dengan keyakinan yang teguh. Katakan seolah-olah Anda tahu bahwa itu benar. Katakanlah seolah-olah Anda mempercayainya, meskipun mungkin saat ini tampaknya tidak mungkin. Sugesti diri bekerja lebih baik jika Anda memiliki tujuan yang pasti. Ketahui apa yang Anda inginkan dan kapan Anda menginginkannya. Usahakan tujuan yang spesifik saat menggunakan Sugesti diri sendiri. Semakin spesifik Anda, maka semakin besar akan berhasil untuk Anda. Misalnya : “Setelah di PHK, saya harus bisa bangkit lagi dalam 3 bulan”. Sugesti diri tidak akan berhasil jika Anda tidak menggunakannya secara teratur. Penggunaan berulang dari sugesti diri sendiri adalah kunci untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jika Anda tidak menggunakan sugesti diri secara teratur, keyakinan Anda pada apa yang ingin Anda capai tidak akan kuat. Dan jika keyakinan Anda tidak kuat tertanam dalam pikiran Anda, pikiran Anda tidak akan membuat Anda berperilaku sesuai dengan yang Anda pikirkan. Tetapkan pikiran Anda. Tentukan tujuan Anda. Buatlah spesifik. Selanjutnya gunakan teknik sugesti diri untuk mengingatkan diri Anda berulang kali tentang apa yang Anda inginkan. Katakan pada diri sendiri dengan keyakinan. Ketika pikiran Anda mulai percaya pada tujuan Anda, tidak peduli seberapa sulit tujuan tersebut, maka hal itu akan mendorong Anda , tanpa Anda sadari untuk bekerja mencapai tujuan Anda. Akhirnya, Anda akan mendapatkan apa yang sebelumnya Anda pikir tidak mungkin. Dalam kondisi prihatin saat ini, kita semua harus mensugesti diri sendiri bahwa Kita akan berhasil melewati masa yang penuh dengan ketidak pastian ini. Dengan tetap berdoa pada Tuhan YME, mohon bimbinganNya, tetap melangkah dengan pasti menuju masa depan yang lebih cerah. “Saya tidak pernah kalah, saya menang atau belajar”. Nelson Mandela RTS

PAKET APAKAH BISA MENULARKAN VIRUS CORONA 19

 ✅ Apakah paket kiriman bisa menularkan virus Corona ? Kemungkinan apakah virus Corona dapat menular lewat paket kiriman juga menjadi perhatian Roberto Colon MD dari Premier Health, Ohio, Amerika. Dikutip dari situsnya, Colon memberi langkah penanganan paket kiriman selama pandemi. Berikut penanganan paket kiriman untuk mencegah COVID-19: 1. Bersihkan bungkus paket kiriman dengan larutan disinfektan 2. Untuk paket makanan, hidangan segera dikeluarkan dari kemasan dan ditempatkan dalam wadah bersih dari rumah 3. Langkah serupa bisa dilakukan pada paket lain, sehingga isi dan kemasan segera terpisah 4. Bungkus paket kiriman langsung dibuang tanpa harus menunggu lama 5. Selama proses menerima, membongkar isi, dan membuang bungkus paket kiriman jangan lupa cuci tangan. "Sebetulnya tidak perlu takut menghadapi paket kiriman. Namun saya merekomendasikan langkah ekstra menghadapi risiko apakah virus Corona dapat menular lewat paket kiriman. Cuci tangan adalah langkah terbaik," kata Colon. 

 RTS 📦📦📦📦📦📦📦

BERAMAL

 BERAMAL

Masyarakat kelas ekonomi kebawah terbukti telah menjadi kelompok yang paling merasakan dampak negatif penyebaran virus Corona di Indonesia. Berbagai upaya solidaritas antarwarga akhir-akhir ini muncul untuk mengurangi beban ekonomi sebagian warga yang kurang beruntung itu. Ibu-ibu rumah tangga berusaha menyisihkan uang belanja sehari-hari, dan bersama-sama membuat makanan yang diberikan secara gratis pada masyarakat miskin itu. Mereka memberikan sedekah atau donasi dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dan semata-mata hanya mengharapkan ridha-Nya sebagai kebenaran iman seseorang. Puncaknya adalah ketika Sosok Akidi Tio jadi perbincangan setelah sumpang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID-19 di Indonesia. Akidi Tio merupakan pengusaha asal Aceh. Semasa hidup dia disebut gemar membantu warga tak mampu di berbagai daerah. Banyak orang yang menyumbangkan uangnya untuk amal percaya bahwa membantu orang yang membutuhkan adalah hal yang penting dan mulia Hal Ini memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa sarjana seperti Gil Clary, Mark Snyder dan rekan-rekan yang menemukan bahwa alasan paling penting untuk menjadi sukarelawan adalah kepedulian altruistik. Orang-orang altruistik menikmati perilaku memberi dan memperoleh kesenangan dari tindakan tersebut. Dalam ilmu psikologi, Altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri. Perilaku ini merupakan kebajikan yang ada dalam banyak budaya dan dianggap penting oleh beberapa agama. Altruisme adalah lawan dari egoisme yaitu sifat egois yang mementingkan diri sendiri. Apakah altruisme merupakan faktor bawaan atau bisa dipelajari ? Altruisme bisa merupakan sifat bawaan tapi juga bisa dipelajari. Biasanya anak-anak kecil merasa senang berbagi , dan sampai batas tertentu, kecenderungan altruistik mungkin sudah tertanam dalam diri sebagian orang. Banyak tindakan altruistik bersifat reaktif, atau merupakan reaksi yang bersifat manusiawi. Manusia merespons dengan penuh kasih ketika mereka melihat orang lain kesakitan dan membutuhkan bantuan. Disamping merupakan faktor bawaan, orang juga mempelajari norma-norma altruisme dalam budaya mereka, dan dalam lingkungan keluarga melalui pola asuh orang tua. Selain Altruisme ada beberapa hal yang mampu memotivasi orang untuk beramal. 

 1. NILAI PRIBADI. Adanya rasa moralitas dan etika. 96% orang memberi amal karena mereka merasa berkewajiban untuk memberi sesuatu kepada masyarakat dengan alasan moral. Ada alasan untuk mengatasi kepedihan akibat ketidaksetaraan antara golongan kaya dan miskin. Selain itu mereka juga merasa perlu untuk memanfaatkan “nasib baik” mereka untuk membantu orang lain yang bernasib kurang beruntung. 

 2. IMAN DAN AGAMA Pemberian tanpa pamrih sering menjadi komponen kunci dari banyak sistem kepercayaan spiritual dan agama. Penelitian menunjukkan 71% donor yang hebat menunjukkan nilai-nilai agama mereka sebagai motivasi utama untuk komitmen mereka terhadap amal. 

 3. PENGALAMAN PRIBADI 61% orang mengatakan bahwa pengalaman pribadi yang terjadi dalam hidup mereka, telah memicu perilaku untuk beramal . Hal ini bisa berupa pengalaman kesulitan hidup saat kecil, hingga pengalaman kehilangan anggota keluarga yang telah berjuang melawan penyakit. Apa dampak tindakan beramal pada kehidupan dan pada diri sendiri? Menurut penelitian, tindakan sederhana menyumbangkan uang tunai dapat membantu dan menyegarkan kembali hidup Anda. Keuntungan lainnya, ketika anak-anak Anda melihat Anda menyumbangkan uang, mereka cenderung akan mengadopsi “pola pikir” memberi saat mereka dewasa Penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan uang berapapun besarnya untuk amal memiliki dampak positif pada otak, yang selanjutnya akan menyebar memberi kebahagiaan dan rasa bersyukur pada seluruh diri Anda. “Ketika Anda memiliki lebih dari yang Anda butuhkan, bangunlah meja yang lebih panjang bukan pagar yang lebih tinggi”. 

RTS.

Sabtu, 31 Oktober 2020